10

1. Libatkan Kakak dalam mengurus ADIKNYA

Hadirnya bayi baru dalam keluarga tak jarang membuat si kakak cemburu atau merasa kekurangan perhatian. Untuk mengalihkan perhatian si kakak, Hal-hal sederhana seperti meminta tolong untuk mengambilkan popok atau baju ganti bagi adik bayi akan membuat si kakak merasa dibutuhkan. Ajarkan si kakak untuk terus dekat dengan adiknya. Mungkin sebagai orangtua kita akan merasa khawatir karena si kakak juga masih kecil, tapi dengan mencium dan memeluk adiknya akan membuat mereka dekat. 

2. Biarkan Anak Menghabiskan waktu bersama

Dengan melakukan kegiatan bersama-sama, anak akan mendapatkan momen spesial yang berharga bersama keluarganya, yaitu orangtua dan saudaranya.Tidak perlu pergi berlibur ke luar kota, cukup ajak anak melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama, seperti bermain atau mewarnai berbarengan.

3. Jangan Pilih Kasih

Menurut penelitian, jika orangtua dengan jelas menunjukkan ‘anak favorit’-nya maka konflik bisa terjadi antar saudara tersebut. Efeknya akan berlanjut hingga jangka panjang dan bisa memengaruhi hubungan mereka ketika dewasa kelak.Hentikan juga membandingkan anak, misalnya berkata pada si adik bahwa si kakak bisa membaca di umur 5 dan kenapa adiknya belum bisa. Hal ini dapat mengakibatkan rasa kesal dan benci di antara saudara.

4. Berikan contoh hubungan saudara yang baik dari orangtua

Parents bisa menceritakan mengenai hubungan Parents dan saudara. Bisa menceritakan mengenai pengalaman bermain bersama atau saat pergi bersama keluarga besar. Anak akan mendapatkan kesan bahwa saudara dan keluarga adalah orang yang spesial.

5. Ajarkan kakak dan adik untuk saling menghormati

Mungkin Parents selalu memberitahu kakak untuk menjaga dan mengasuh adik, namun lupa mengajarkan adik untuk menurut dan menghormati kakak. Sebaiknya ajarkan anak untuk saling menghormati sesuai dengan perannya masing-masing.Ingat, keduanya adalah individu yang berbeda dan semua kekurangan serta kelebihan mereka akan saling melengkapi. Buat hubungan dua arah dengan timbal balik yang baik.

6. Beritahu anak bahwa keluarga akan ada selalu untuknya

Jika anak sudah lebih besar, mungkin ia akan memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman di luar rumah dibandingkan bersama keluarga.

Tentu saja anak tidak boleh dilarang untuk bermain bersama temannya, namun jangan lupa untuk menyempatkan quality time bersama keluarga. Beritahu kepada anak bahwa teman mungkin akan meninggalkannya, namun keluarga akan selalu ada untuknya.

Sumber artikel :

× Silahkan Chat Kami via Whatsapp :)