Mengenal 3 Faktor Risiko Autisme

0
18

Liputan6.com, Jakarta Sebagian orang sudah tidak asing dengan kata autisme. Salah satu ragam disabilitas ini merupakan bagian dari gangguan perkembangan anak.

Gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang mencakup berbagai bidang, mulai dari sosial, emosional, dan komunikasi.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan pada 2012, sekitar 1 dari 68 anak mengalami autisme dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan.

Meski demikian, autisme dapat terjadi pada ras apapun tanpa memandang latar belakang sosio ekonomi keluarga.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari Klikdokter, sejauh ini penyebab autisme belum diketahui dengan jelas. Tiga faktor yang diyakini memengaruhi terjadinya autisme adalah faktor genetik, neurobiologis, dan lingkungan.

Faktor Genetik (keturunan)

Anak yang memiliki saudara dengan autisme lebih berisiko mengalami autisme pula. Pada kembar identik, bila salah satu anak mengalami autisme, maka saudara kembarnya juga akan menunjukkan gejala autisme seiring berjalannya waktu.

Faktor Neurobiologis

“Anak dengan gangguan spektrum autisme cenderung mengalami masalah struktur dan fungsi otak yang sudah terjadi sebelum ia lahir,” tulis Sepriani mengutip Klikdokter, Kamis (28/1/2021).

Faktor Lingkungan

Beberapa peneliti menyatakan bahwa faktor lingkungan seperti obat-obatan, makanan, zat kimia dapat memicu gejala autisme. Namun hal tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tambah Sepriani.

 

Sumber : https://www.liputan6.com/disabilitas/read/4468939/mengenal-3-faktor-risiko-autisme-dan-jenis-pemeriksaannya

× Silahkan Chat Kami via Whatsapp :)