Fungsi Musik Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh   : Anugerah Akbar Nasution S.sn.

β€œKata-kata cukup bagus , tetapi musik lebih memiliki kekuatan. Ia tidak bicara pada pikiran kita seperti kata-kata, ia berbicara langsung pada hati dan semangat, pada inti dan dasar jiwa kita”

Charles Kings Slay

Musik merupakan satu elemen yang tidak berwujud namun dapat didengar dan dirasakan. Perkembangannya yang pesat dari abad keabad membuktikan bahwa musik memiliki peran penting dalam kehidupan. Banyaknya penelitian dan temuan yang memberikan manfaat menjadikan musik sebagai salah satu cabang ilmu akademis. Musik dipelajari layaknya ilmu pengetahuan pada umumnya.

          Salah satu fungsi musik adalah sebagai hiburan. Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu siapapun berhak melakukan aktivitas musik, tak terkecuali Anak Berkebutuhan Khusus. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki cara berpikir yang unik. Cara mereka memahami sesuatu berbeda dengan orang-orang pada umumnya namun cara merasakan sesuatu tetap sama bahkan lebih. Didalam musik, memahami tidaklah begitu penting, tetapi bukan berarti tidak perlu. Yang terpenting adalah rasa. Bagi Anak Berkebutuhan Khusus fungsi musik terbagi dua yakni, sebagai media terapi dan pembelajaran akademis/keterampilan pada umumnya. Pengelompokan ini berdasarkan pada tingkat pemahaman anak. Bagaimana cara anak dalam memahami sesuatu, sehingga nantinya akan lebih mudah menempatkan musik sesuai kebutuhannya.

Fungsi Musik Bagi Anak Berkebutuhan Khusus :

  1. Sebagai Media Terapi

Bagi anak dengan tingkat pemahaman rendah, musik berfungsi sebagai media terapi. Musik dapat membantu orang tua dan pengajar dalam berinteraksi dengan anak. Sebagai media terapi, musik dapat disajikan lewat 3 metode :

  • Mengenalkan Ritmis (Perkusi)

Instrument yang digunakan seperti  jimbe, tambourin, glockenspiel, triangle, drum set dan lain-lain. Tanpa instrument juga bisa, cukup dengan mengenalkan pola ritmis sederhana lewat tepuk tangan atau pukulan meja, namun tentu kurang efektif, sebab kurang menarik dan bunyi yang dihasilkan juga sering mereka dengar. Instrument musik berfungsi sebagai daya tarik agar anak menjadi penasaran dan ingin mencoba. Saat itulah orang tua atau pengajar mulai berinteraksi dengan anak. Mengenalkan nilai-nilai not dan jumlah ritmis pada not tersebut  atau mengenalkan angka lewat ritmis yang dibuat.

  • Iringan Musik

Bagi pengajar atau orang tua yang bisa memainkan instrument musik seperti gitar, piano, biola dan lain-lain, bisa berinteraksi lewat nyanyian. Menyanyikan lagu kesukaan anak dapat membuat komunikasi semakin baik, bahkan bisa juga diselipkan lirik-lirik jenaka agar anak terhibur dan suasana tidak membosankan, sehingga anak menjadi lebih interaktif.

  • Mendengarkan Musik

Mengajak anak untuk mendengarkan musik agar dapat merasakan pengalaman berimajinasi dengan apa yang didengar. Coba untuk tidak berinteraksi ketika ia mendengarkan. Kenalkan berbagai genre musik, baik lagu maupun instrumental. Lalu kenali jenis musik apa yang anak sukai. Ketika mendapatkan jenis musik yang disukai anak, maka akan mempermudah komunikasi, sehingga anak melakukan respon dan mulai berinteraksi.

2. Sebagai Media Pembelajaran Keterampilan

Bagi anak dengan tingkat pemahaman tinggi,  musik berfungsi sebagai pembelajaran pada umumnya. Bahkan sangat memungkinkan, Anak Berkebutuhan Khusus bisa lebih hebat dari pada anak-anak pada umumnya. Memiliki satu kekurangan bukan berarti tidak memiliki kesempatan dalam bermusik. Tuna rungu wicara misalnya, walau musik sangat identik dengan pendengaran, tidak menutup kemungkinan seorang anak yang tidak bisa mendengar dan bicara mampu melakukan aktivitas musik. Sebuah lagu tidak selalu menggunakan lirik dan dinyanyikan, merasakan musik juga tidak selalu dengan telinga. Telinga hanyalah sebuah media perantara menuju perasaan ketika seseorang mendengarkan musik. Bagi anak tuna rungu wicara, getaranlah yang menjadi media perantara. Ketika musik diperdengarkan dengan volume keras ia akan merasakan getaran tersebut dan sebaliknya. Tapi apakah hanya aktivitas seperti itu  yang bisa dilakukan ? Jawabanya jelas Tidak. Anak tuna rungu wicara sangat mungkin melakukan aktivitas musik yang lebih. Anak bisa dikenalkan dengan beberapa jenis instrument yang menggunakan frekunsi getaran dan nada misal : Glockenspiel, xylophone, marimba dan lain-lain. Ia bisa memainkan dan merasakan apa yang ia mainkan, begitupun para pendengarnya. Ini merupakan salah satu cara dalam memberikan pembelajaran bagi anak tuna rungu wicara. Setelah itu barulah diberikan materi instrumental musik. Cara berkomunikasi juga beragam, dengan bahasa isyarat, gerak bibir, teks dan lain-lain. Hal yang sama berlaku bagi anak yang memiliki gejala lain. Jika anak sudah mampu memahami dengan baik, maka pembelajaran musik sangat mungkin diberikan.

Leave Your Reply